Langsung ke konten utama

Kerja Keras

Beberapa malam yang lalu, saat mengantar istri beli baju, saya bertemu dengan seorang bapak2.
Bapak itu ternyata tetangga teman sekolah saya. Sehingga kami cepat akrab dan ngobrol tentang berbagai hal.

Bapak2 itu meski usianya sudah tidak muda lagi, tetapi beliau adalah seorang pekerja keras. Beliau ini kalau siang makan nasi kalau malam minum susu, eh salah, kalau siang beliau bekerja sebagai petugas parkir di Rumah Makan "franchise" dan kalau malam beliau bekerja sebagai tukang jaga malam di Griya Busana tersebut.

Beliau bercerita bahwa jaman sekarang kebutuhan hidup semakin meningkat dan harga2 kebutuhan pokok semakin melonjak. Kita harus bisa menghadapi hal tersebut dengan kerja keras.

Mendengar penuturan beliau, saya jadi teringat dengan seorang Kepala Negara yang juga "pekerja keras". Di sela tugasnya sebagai kepala negara, beliau masih sanggup membuat lagu hingga albumnya banyak. Selain itu beliau juga masih sanggup menjadi petinggi partai politik.

Yang tak kalah adalah ada kepala daerah masih sanggup menjadi bintang iklan Sosis, Larutan penyegar dan main sinetron.

Hal tersebut mengajarkan kita tentang kerja keras.


#‎AyoBekerjaKeras‬


#‎KerjaKerjaKerja‬

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup Itu Seperti Toples

Sebagaimana orang kuliah, orang menjalani hidup pun juga punya "Cara" masing  - masing. Ada yang kuliah dengan santuy yang penting bisa lulus tepat waktu dengan nilai minimal C. Ada juga yang kuliah dengan belajar mati - matian. Mendalami ilmu dengan serius agar bisa bikin tesis yang mengguncang dunia. Atau agar setelah lulus bisa bikin terobosan baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Demikian pula orang dalam menjalani hidup.  Ada yang menjalani dengan hidup dengan harapan yang nggak muluk - muluk. Waktunya kerja ya kerja. Waktunya beribadah ya beribadah. Waktunya tidur ya tidur. Semua dijalani dengan senang hati. Yang terpenting bagi mereka adalah hidup nggak nyusahi orang tua, nggak ngrepoti pemerintah dan nggak jadi beban masyarakat. Tapi ada pula orang menjalani hidup dengan target. Harus bisa gini, gitu dan seperti itu. Semua penuh rencana dan target yang jelas. Mereka terus mengembangkan diri. Meskipun dah jadi artis, mereka tetap bikin bisnis. Sudah pu...

2 jam Seminggu

Saya pertama kali belajar komputer tahun 2003, yakni ketika saya duduk di kelas satu SMK. Saya masih ingat pelajaran komputer waktu kelas satu adalah setiap hari Jum'at, jam pertama, sehabis acara senam kesegaran jasmani (SKJ). Alhamdulillah saya sangat bersyukur sekali saat itu bisa belajar komputer. Meski komputer yang ada cuma 1 unit untuk dipakai belajar secara bergantian oleh kami sekelas yang jumlahnya 22 anak. Alhasil kami jadi lebih banyak belajar teori daripada praktek. Saat pertama kalinya disuruh menggerakkan mouse dan mengetik keyboard , tangan saya gemetar tidak karuan.Hal yang saya rasakan adalah campuran antara gugup, bangga, terharu dan grogi bergabung menjadi satu. Saya seorang anak petani yang setiap harinya memegang cangkul dan sabit, seperti memasuki dunia baru. Sebuah dunia modern dan maju.

Kopdar Teawalk di Parongpong

Posting kali ini melanjutkan cerita tentang kopdar teawalk yang kemarin sudah diceritakan sama teh Nchi e dan Teh Orin. Menurut kesepakatan, cerita tentang kopdar teawalk akan dibuat semacam cerita bersambung. Nah saya kebagian cerita tentang hal-hal yang menarik seputar kopdar teawalk. Bicara hal-hal manarik seputar acara teawalk kemarin, menurut saya sangat banyak dan tidak akan habis meski diceritakan hingga 10 postingan *lebay* (saking banyaknya yang bisa diceritakan). Untuk itu saya menceritakan beberapa hal saja tentang kopdar kemarin.