Langsung ke konten utama

Angka 13 Dianggap Sebagai Angka Sial



Banyak orang yang paranoid terhadap angka 13. Hal ini dikarenakan sebagian orang menganggap angka 13 sebagai angka sial.

Di suatu perumahan di Blok R, di sana tidak terdapat nomor rumah R13. Setelah R12 dilanjut dengan R12a kemudian di sampingnya nomor R14.

Pernah juga saat study tour, kami menginap di sebuah motel. Teman saya meminta tukar kamar karena dia mendapat kamar nomor 13. Dia takut terjadi hal yang tidak diinginkan.

Hari ini hari Jumat bertepatan dengan tanggal 13. Hari ini menjadi satu - satunya tanggal 13 di tahun 2016 yang jatug di hari Jumát. Banyak teman FB yang menulis status Friday 13th. Saya pun hari ini ijin tidak masuk kerja dan tidak bepergian jauh - jauh.

Bukan karena saya takut sama angka 13 tapi hari ini di desa saya sedang ada acara "Nyadran". Acara rutin tiap 1 tahun sekali di bulan Sya'ban.




#‎
Selamat_Nyadran‬


#‎Selamat_Berbagi_Kepada_Sesama‬
 
 ‪#‎Mari_Mendoakan_Arwah_Leluhur‬

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup Itu Seperti Toples

Sebagaimana orang kuliah, orang menjalani hidup pun juga punya "Cara" masing  - masing. Ada yang kuliah dengan santuy yang penting bisa lulus tepat waktu dengan nilai minimal C. Ada juga yang kuliah dengan belajar mati - matian. Mendalami ilmu dengan serius agar bisa bikin tesis yang mengguncang dunia. Atau agar setelah lulus bisa bikin terobosan baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Demikian pula orang dalam menjalani hidup.  Ada yang menjalani dengan hidup dengan harapan yang nggak muluk - muluk. Waktunya kerja ya kerja. Waktunya beribadah ya beribadah. Waktunya tidur ya tidur. Semua dijalani dengan senang hati. Yang terpenting bagi mereka adalah hidup nggak nyusahi orang tua, nggak ngrepoti pemerintah dan nggak jadi beban masyarakat. Tapi ada pula orang menjalani hidup dengan target. Harus bisa gini, gitu dan seperti itu. Semua penuh rencana dan target yang jelas. Mereka terus mengembangkan diri. Meskipun dah jadi artis, mereka tetap bikin bisnis. Sudah pu...

2 jam Seminggu

Saya pertama kali belajar komputer tahun 2003, yakni ketika saya duduk di kelas satu SMK. Saya masih ingat pelajaran komputer waktu kelas satu adalah setiap hari Jum'at, jam pertama, sehabis acara senam kesegaran jasmani (SKJ). Alhamdulillah saya sangat bersyukur sekali saat itu bisa belajar komputer. Meski komputer yang ada cuma 1 unit untuk dipakai belajar secara bergantian oleh kami sekelas yang jumlahnya 22 anak. Alhasil kami jadi lebih banyak belajar teori daripada praktek. Saat pertama kalinya disuruh menggerakkan mouse dan mengetik keyboard , tangan saya gemetar tidak karuan.Hal yang saya rasakan adalah campuran antara gugup, bangga, terharu dan grogi bergabung menjadi satu. Saya seorang anak petani yang setiap harinya memegang cangkul dan sabit, seperti memasuki dunia baru. Sebuah dunia modern dan maju.

Kopdar Teawalk di Parongpong

Posting kali ini melanjutkan cerita tentang kopdar teawalk yang kemarin sudah diceritakan sama teh Nchi e dan Teh Orin. Menurut kesepakatan, cerita tentang kopdar teawalk akan dibuat semacam cerita bersambung. Nah saya kebagian cerita tentang hal-hal yang menarik seputar kopdar teawalk. Bicara hal-hal manarik seputar acara teawalk kemarin, menurut saya sangat banyak dan tidak akan habis meski diceritakan hingga 10 postingan *lebay* (saking banyaknya yang bisa diceritakan). Untuk itu saya menceritakan beberapa hal saja tentang kopdar kemarin.