Langsung ke konten utama

Antara Keamanan dan Kenyamanan

Tentu kita semua ingin merasa aman. Kita ingin rumah kita aman dari maling. Kita ingin berkendara dengan aman. Kita ingin akun Facebook, akun email, dll aman dari orang yang tidak bertanggung jawab. Berbagai cara dilakukan agar kita merasa aman. Namun kadang keamanan berbanding terbalik dengan kenyamanan. Di satu sisi kita merasa aman di sisi lain kita kurang merasa nyaman.

Kita ambil contoh akun email kita. Demi menjaga keamanan akun, kita memasang password yang super rumit. Password kita terdiri atas huruf besar, huruf kecil, angka, simbol, udah gitu passwordnya panjang sampai lebih daro 16 karakter. Selain itu kita juga memasang kode verifikasi. Jadi tiap kali kita mau masuk ke akun kita, kita harus memasukkan kode verifikasi yang dikirim ke nomor Hp kita. Ada juga yang masih memasang Google Auteticator. Jadi kita masih harus memasukkan kode autentikasi yang ada di aplikasi Google Authenticator.

Dengan berbagai macam tahapan keamanan tersebut kita akan lebih merasa aman dan insya Allah akun susah dibobol. Namun di sisi lain kita juga tidak merasa nyaman dengan berbagai lapisan keamanan tersebut. Coba bayangkan dengan kemampuan manusia yang terbatas, kita harus mengingat passwors yang begitu rumit, kita harus selalu bawa Hp agar bisa memasukkan kode verifikasi dan lain sebagainya.

Tapi itulah konsekuensinya. Apapun itu jika sudah menjadi pilihan kita, ya kita harus siap menanggung segala resikonya. Kita harus punya cara agar kita tetap aman sekaligus nyaman. Bisakah? Tentu saja jika kita mau berusaha.

Komentar

  1. datang berkunjung setealh sekian lama absen ngeblog & BW. Semoga dalam keadaan sehat ya sekeluarga

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan tulis tanggapan, kritik, saran atau komentar anda.

Postingan populer dari blog ini

Hidup Itu Seperti Toples

Sebagaimana orang kuliah, orang menjalani hidup pun juga punya "Cara" masing  - masing. Ada yang kuliah dengan santuy yang penting bisa lulus tepat waktu dengan nilai minimal C. Ada juga yang kuliah dengan belajar mati - matian. Mendalami ilmu dengan serius agar bisa bikin tesis yang mengguncang dunia. Atau agar setelah lulus bisa bikin terobosan baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Demikian pula orang dalam menjalani hidup.  Ada yang menjalani dengan hidup dengan harapan yang nggak muluk - muluk. Waktunya kerja ya kerja. Waktunya beribadah ya beribadah. Waktunya tidur ya tidur. Semua dijalani dengan senang hati. Yang terpenting bagi mereka adalah hidup nggak nyusahi orang tua, nggak ngrepoti pemerintah dan nggak jadi beban masyarakat. Tapi ada pula orang menjalani hidup dengan target. Harus bisa gini, gitu dan seperti itu. Semua penuh rencana dan target yang jelas. Mereka terus mengembangkan diri. Meskipun dah jadi artis, mereka tetap bikin bisnis. Sudah pu...

2 jam Seminggu

Saya pertama kali belajar komputer tahun 2003, yakni ketika saya duduk di kelas satu SMK. Saya masih ingat pelajaran komputer waktu kelas satu adalah setiap hari Jum'at, jam pertama, sehabis acara senam kesegaran jasmani (SKJ). Alhamdulillah saya sangat bersyukur sekali saat itu bisa belajar komputer. Meski komputer yang ada cuma 1 unit untuk dipakai belajar secara bergantian oleh kami sekelas yang jumlahnya 22 anak. Alhasil kami jadi lebih banyak belajar teori daripada praktek. Saat pertama kalinya disuruh menggerakkan mouse dan mengetik keyboard , tangan saya gemetar tidak karuan.Hal yang saya rasakan adalah campuran antara gugup, bangga, terharu dan grogi bergabung menjadi satu. Saya seorang anak petani yang setiap harinya memegang cangkul dan sabit, seperti memasuki dunia baru. Sebuah dunia modern dan maju.

Kopdar Teawalk di Parongpong

Posting kali ini melanjutkan cerita tentang kopdar teawalk yang kemarin sudah diceritakan sama teh Nchi e dan Teh Orin. Menurut kesepakatan, cerita tentang kopdar teawalk akan dibuat semacam cerita bersambung. Nah saya kebagian cerita tentang hal-hal yang menarik seputar kopdar teawalk. Bicara hal-hal manarik seputar acara teawalk kemarin, menurut saya sangat banyak dan tidak akan habis meski diceritakan hingga 10 postingan *lebay* (saking banyaknya yang bisa diceritakan). Untuk itu saya menceritakan beberapa hal saja tentang kopdar kemarin.