Langsung ke konten utama

Anda Pasti Bisa


"Lampu - lampu mulai dimatikan. Sesaat kemudian seluruh gedung menjadi gelap gulita. Sayup terdengar intro sebuah lagu. Aku bisa menebak kalau itu merupakan intro lagu Mariah Carey yang berjudul Hero." Begitulah teman saya, si Joni yang baru pulang dari berlayar memulai ceritanya.

Joni menceritakan awal mula ketika dia memantapkan diri untuk masuk ke sekolah pelayaran. Ketika itu, dia mengikuti seminar sebuah Multi Level Marketing (MLM) asal Malaysia di Grand Pacific Hall, Jogjakarta. Ada salah satu sesi yang sangat berkesan buat dia. Yakni sesi saat peserta diputarkan sebuah video motivasi.

Grand Pacific Hall, Jogjakarta

Video yang diputar adalah video kompilasi olimpiade orang - orang difabel (disabilitas). Mereka yang fisiknya kekurangan pun tetap berjuang sebisa mungkin. Dengan diiringi lagu Mariah Carey - Hero, video tersebut berhasil membuat menangis sebagian besar peserta seminar termasuk Joni.

Joni sangat terharu sekaligus termotivasi karenanya. "Kalau mereka dengan segala keterbatasan saja bisa, akupun pasti bisa." begitu kata Joni.

Selang sati hari setelah seminar tersebut, dia memutuskan keluar dari bisnis MLM tersebut guna mengejar cita - citanya menjadi Kapten Kapal. Dia yang sebelumnya minder menjadi percaya diri. Dia yang sebelumnya nggak yakin menjadi begitu optimis.

Tahun itu dia mendaftar di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) jurusan Nautika. Sekarang dia sudah berkarir di bidang pelayaran dengan posisi yang sudah cukup bagus. Dengan semangat dan kegigihannya, dia yakin suatu saat nanti dia bisa meraih cita - citanya sebagai seorang Kapten Kapal.

Bagi anda yang ingin menonton videonya silahkan klik video di bawah ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup Itu Seperti Toples

Sebagaimana orang kuliah, orang menjalani hidup pun juga punya "Cara" masing  - masing. Ada yang kuliah dengan santuy yang penting bisa lulus tepat waktu dengan nilai minimal C. Ada juga yang kuliah dengan belajar mati - matian. Mendalami ilmu dengan serius agar bisa bikin tesis yang mengguncang dunia. Atau agar setelah lulus bisa bikin terobosan baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Demikian pula orang dalam menjalani hidup.  Ada yang menjalani dengan hidup dengan harapan yang nggak muluk - muluk. Waktunya kerja ya kerja. Waktunya beribadah ya beribadah. Waktunya tidur ya tidur. Semua dijalani dengan senang hati. Yang terpenting bagi mereka adalah hidup nggak nyusahi orang tua, nggak ngrepoti pemerintah dan nggak jadi beban masyarakat. Tapi ada pula orang menjalani hidup dengan target. Harus bisa gini, gitu dan seperti itu. Semua penuh rencana dan target yang jelas. Mereka terus mengembangkan diri. Meskipun dah jadi artis, mereka tetap bikin bisnis. Sudah pu...

2 jam Seminggu

Saya pertama kali belajar komputer tahun 2003, yakni ketika saya duduk di kelas satu SMK. Saya masih ingat pelajaran komputer waktu kelas satu adalah setiap hari Jum'at, jam pertama, sehabis acara senam kesegaran jasmani (SKJ). Alhamdulillah saya sangat bersyukur sekali saat itu bisa belajar komputer. Meski komputer yang ada cuma 1 unit untuk dipakai belajar secara bergantian oleh kami sekelas yang jumlahnya 22 anak. Alhasil kami jadi lebih banyak belajar teori daripada praktek. Saat pertama kalinya disuruh menggerakkan mouse dan mengetik keyboard , tangan saya gemetar tidak karuan.Hal yang saya rasakan adalah campuran antara gugup, bangga, terharu dan grogi bergabung menjadi satu. Saya seorang anak petani yang setiap harinya memegang cangkul dan sabit, seperti memasuki dunia baru. Sebuah dunia modern dan maju.

Salah Satu Bentuk Kebohongan

Tahun 2014 lalu, seorang tokoh berkata, "Mengatakan suatu kebenaran dengan menutupi sebagian kebenaran lain itu adalah termasuk kebohongan." Contoh : 1. Seorang pejabat desa dalam suatu pertemuan berkata, "Mulai bulan depan setiap penerima raskin akan menerima bantuan beras masing2 15 kg. Naik 5 kg dari yang sebelumnya 10 kg." Bulan berikutnya memang benar masing2 penerima mendapat jatah beras 15 kg. Tetapi ternyata jumlah penerimanya berkurang dari yang tadinya 100 orang hanya menjadi 70 orang. *Pernyataan pejabat desa tersebut adalah benar bahwa jumlah beras yang diterima 15 kg tetapi dia menutupi kebenaran lain yaitu jumlah penerimanya akan berkurang. 2. Contoh kedua yaitu yang sering dilakukan operator seluler di negara kita soal tarif telepon, sms, dan internet. Dalam iklannya terlihat tarifnya murah dan terjangkau tetapi ternyata ada yang tidak disampaikan soal Syarat dan Ketentuan yang berlaku.