Langsung ke konten utama

Hadiah dari Mas Dewo

Awal Desember lalu, saya mengikuti kontes menulis dengan tema "Keamanan Dalam Berinternet" yang diselenggarakan oleh Mas Dewo. Saya pun mendaftarkan artikel saya dengan judul "Amankan akun dengan Google Authenticator".


Setelah tiba waktu pengumuman, alhamdulillah artikel saya terpilih sebagai pemenang nomor 2. Saya mendapatkan hadiah berupa :
1. Voucher Diskon 10 % di Klinik Kecantikan L'Melia.
2. Sebuah buku berjudul Super Secure karya Mas Eko Arryawan
3. Sebuah Kaos Bordir buatan Capung dengan Tulisan "Toegoe Jogja Malioboro"

Saya ucapkan Terima Kasih kepada Mas Dewo dan Mbak Pink atas Apresiasinya. Kaos dan bukunya sangat bermanfaat sekali bagi saya. Mohon maaf Voucher diskonnya tidak saya ambil dikarenakan lokasinya jauhdari domisili saya sekarang.

Berikut Foto kaos hadiah dari mas dewo
Keren ya kaosnya
Nah berikut ini bukunya
Pinjam gambar dari Bukabuku.com

Sekarang saya sudah selesai baca buku tersebut. Setelah membaca buku tersebut saya mendapat banyak pelajaran mengenai pengamanan file. Insya Allah akan saya bagikan ke dalam artikel tersendiri.

Sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih kepada Mas Dewo atas semuanya. Mohon maaf baru ditampilkan sekarang. GBU.

Komentar

  1. Allhamdulillah aku juga kebagian vocernya dari Mas Dewo

    BalasHapus
  2. Voucher sayamalah hangus mbak, soalnya nggak terpakai.

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan tulis tanggapan, kritik, saran atau komentar anda.

Postingan populer dari blog ini

Hidup Itu Seperti Toples

Sebagaimana orang kuliah, orang menjalani hidup pun juga punya "Cara" masing  - masing. Ada yang kuliah dengan santuy yang penting bisa lulus tepat waktu dengan nilai minimal C. Ada juga yang kuliah dengan belajar mati - matian. Mendalami ilmu dengan serius agar bisa bikin tesis yang mengguncang dunia. Atau agar setelah lulus bisa bikin terobosan baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Demikian pula orang dalam menjalani hidup.  Ada yang menjalani dengan hidup dengan harapan yang nggak muluk - muluk. Waktunya kerja ya kerja. Waktunya beribadah ya beribadah. Waktunya tidur ya tidur. Semua dijalani dengan senang hati. Yang terpenting bagi mereka adalah hidup nggak nyusahi orang tua, nggak ngrepoti pemerintah dan nggak jadi beban masyarakat. Tapi ada pula orang menjalani hidup dengan target. Harus bisa gini, gitu dan seperti itu. Semua penuh rencana dan target yang jelas. Mereka terus mengembangkan diri. Meskipun dah jadi artis, mereka tetap bikin bisnis. Sudah pu...

Salah Satu Bentuk Kebohongan

Tahun 2014 lalu, seorang tokoh berkata, "Mengatakan suatu kebenaran dengan menutupi sebagian kebenaran lain itu adalah termasuk kebohongan." Contoh : 1. Seorang pejabat desa dalam suatu pertemuan berkata, "Mulai bulan depan setiap penerima raskin akan menerima bantuan beras masing2 15 kg. Naik 5 kg dari yang sebelumnya 10 kg." Bulan berikutnya memang benar masing2 penerima mendapat jatah beras 15 kg. Tetapi ternyata jumlah penerimanya berkurang dari yang tadinya 100 orang hanya menjadi 70 orang. *Pernyataan pejabat desa tersebut adalah benar bahwa jumlah beras yang diterima 15 kg tetapi dia menutupi kebenaran lain yaitu jumlah penerimanya akan berkurang. 2. Contoh kedua yaitu yang sering dilakukan operator seluler di negara kita soal tarif telepon, sms, dan internet. Dalam iklannya terlihat tarifnya murah dan terjangkau tetapi ternyata ada yang tidak disampaikan soal Syarat dan Ketentuan yang berlaku.

Andai Jalur Muntilan - Temanggung aktif kembali

Dalam lamunanku, aku membayangkan andaikata jalur kereta api Muntilan - Parakan masih aktif tentu aku bisa pergi ke rumah mertua dengan kereta api yang lebih aman dan tidak kebut-kebutan. Masih dalam lamunanku, aku membayangkan naik kereta dari Stasiun Muntilan, di sana sudah ada banyak penumpang yang berangkat dari Jogjakarta dan Tempel. Aku menyapa mereka dan memberikan senyuman hangat sambil m encari tempat duduk yang masih kosong. Tak lama berselang, kereta kembali berjalan melanjutkan perjalanannya. Berturut-turut kami melewati jembatan di Sungai Keji, Sungai Bangkong dan Sungai Pabelan. Setelah itu kereta kembali berhenti di Halte Pabelan.