Langsung ke konten utama

Alasan seorang TSR mengaktifkan Fake Call

Samsung E-1080F
Fake Call merupakan salah satu fitur dalam beberapa Handphone merk Samsung. Salah satunya adalah Samsung E-1080F. Fitur Fake Call berfungsi untuk membuat panggilan palsu di Handphone kita. Hebatnya fitur ini tetap bisa berfungsi dalam keadaan tidak ada sinyal sekalipun. Fitur ini bisa kita manfaatkan dalam keadaan kepepet. Bukan bermaksud untuk menipu, namun karena beberapa alasan yang bisa dimaklumi.


Cara mengaktifkan Fake Call ada dua cara, yaitu :

1. Dalam kondisi Keypad terkunci (locked)

Jika Keypad dalam keadaan terkunci, kita bisa mengaktifkan Fake Call dengan cara menekan tombol ke bawah (down arrow) sebanyak empat kali. Selanjutnya tinggal kita tunggu, 10 detik kemudian akan ada panggilan ke Handphone kita.

2. Dalam kondisi Keypad tidak terkunci

Jika Keypad tidak terkunci, cara mengaktifkan fitur Fake Call adalah dengan cara menekan dan tahan tombol ke bawah. Selanjutnya tinggal kita tunggu selama 10 detik maka panggilan akan segera terjadi di Handphone kita

Sebagai seorang TSR saya kadang terpaksa menggunakan fitur ini ketika sedang di tempat Client (pelanggan). Mengapa??? Berikut alasannya.

1. Seorang TSR perlu membagi waktu agar WTG (Where To Go) List dan WTD (What To Do) List yang telah disusun bisa terlaksana dengan baik.

Ada kalanya saya menemukan seorang Client  yang suka banget ngobrol. Jika bercerita bisa kemana - mana dan bahkan nggak nyampung sama tema utama yakni tentang Peternakan dan Pakan. Di satu sisi bagus sih, untuk membangun kedekatan personal antara Buyer dan Seller. Namun jika terlalu lama bisa - bisa waktu saya habis di satu tempat.

Nah, dengan menggunakan fitur Fake Call bisa membuat alasan untuk segera pamit dan melanjutkan perjalanan ke pelanggan yang lain.

2. Seorang TSR perlu diet agar berat badan tetap ideal dan tidak mudah sakit.

Alhamdulillah rata - rata pelanggan saya orangnya ramah dan baik hati. Saking ramahnya, saya selalu dibuatkan teh manis atau kopi tiap datang ke rumah mereka. Seneng sih ya, tapi di satu sisi badan saya makin hari makin gemuk. Berat badan saya pertama kali bekerja sebagai TSR adalah 58 kg, sekarang setelah hampir 2 tahun, berat badan saya bertambah menjadi 83 kg.

Nah dengan mengaktifkan fitur Fake Call saya membuat kesan bahwa saya tidak bisa lama - lama dan tidak perlu dibuatkan teh manis atau kopi. hehehe.

Seperti sudah saya jelaskan di awal, saya mengaktifkan Fake Call bukan bermaksud untuk berbohong, namun demi kelancaran bersama. Saya tetap akan memberikan pelayanan yang maksimal sejauh saya mampu untuk memberikannya. Saya juga mohon maaf atas apa yang saya lakukan selama ini.


Komentar

  1. waaah penting nih, perlu dicoba :D
    kalau lagi enggak mood ngobrol banyak. bisa pakai fake call :)

    BalasHapus
  2. waduuh kalo mau nyoba ya repot saya musti beli atau pinjem hape orang dulu yg merk sumsang hahahaha.. btw, masak kopi dan teh bikin gemuk tah mas... jangan2 habis dari pelanggan pakai ngiras di warung mie ayam nih... (saya pernah ke magelang dan mie ayamnya super enak hahaha)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pinjam Hp punya saya boleh kok mas.

      Kopi dan Teh bisa bikin gemuk mas. Biasalah di Jawa kalau bikin minuman pasti kan manis - manis. Nah kalau tiap hari minum teh manis 10 gelas selama 2 tahun ya harap maklumlah kalau bikin gemuk.

      Mie Ayam Magelang emang nomor wahid mas. Silahkan kapan - kapan nyobain lagi (tapi bayar sendiri hehehe)

      Hapus

Posting Komentar

Silahkan tulis tanggapan, kritik, saran atau komentar anda.

Postingan populer dari blog ini

Hidup Itu Seperti Toples

Sebagaimana orang kuliah, orang menjalani hidup pun juga punya "Cara" masing  - masing. Ada yang kuliah dengan santuy yang penting bisa lulus tepat waktu dengan nilai minimal C. Ada juga yang kuliah dengan belajar mati - matian. Mendalami ilmu dengan serius agar bisa bikin tesis yang mengguncang dunia. Atau agar setelah lulus bisa bikin terobosan baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Demikian pula orang dalam menjalani hidup.  Ada yang menjalani dengan hidup dengan harapan yang nggak muluk - muluk. Waktunya kerja ya kerja. Waktunya beribadah ya beribadah. Waktunya tidur ya tidur. Semua dijalani dengan senang hati. Yang terpenting bagi mereka adalah hidup nggak nyusahi orang tua, nggak ngrepoti pemerintah dan nggak jadi beban masyarakat. Tapi ada pula orang menjalani hidup dengan target. Harus bisa gini, gitu dan seperti itu. Semua penuh rencana dan target yang jelas. Mereka terus mengembangkan diri. Meskipun dah jadi artis, mereka tetap bikin bisnis. Sudah pu...

Salah Satu Bentuk Kebohongan

Tahun 2014 lalu, seorang tokoh berkata, "Mengatakan suatu kebenaran dengan menutupi sebagian kebenaran lain itu adalah termasuk kebohongan." Contoh : 1. Seorang pejabat desa dalam suatu pertemuan berkata, "Mulai bulan depan setiap penerima raskin akan menerima bantuan beras masing2 15 kg. Naik 5 kg dari yang sebelumnya 10 kg." Bulan berikutnya memang benar masing2 penerima mendapat jatah beras 15 kg. Tetapi ternyata jumlah penerimanya berkurang dari yang tadinya 100 orang hanya menjadi 70 orang. *Pernyataan pejabat desa tersebut adalah benar bahwa jumlah beras yang diterima 15 kg tetapi dia menutupi kebenaran lain yaitu jumlah penerimanya akan berkurang. 2. Contoh kedua yaitu yang sering dilakukan operator seluler di negara kita soal tarif telepon, sms, dan internet. Dalam iklannya terlihat tarifnya murah dan terjangkau tetapi ternyata ada yang tidak disampaikan soal Syarat dan Ketentuan yang berlaku.

Andai Jalur Muntilan - Temanggung aktif kembali

Dalam lamunanku, aku membayangkan andaikata jalur kereta api Muntilan - Parakan masih aktif tentu aku bisa pergi ke rumah mertua dengan kereta api yang lebih aman dan tidak kebut-kebutan. Masih dalam lamunanku, aku membayangkan naik kereta dari Stasiun Muntilan, di sana sudah ada banyak penumpang yang berangkat dari Jogjakarta dan Tempel. Aku menyapa mereka dan memberikan senyuman hangat sambil m encari tempat duduk yang masih kosong. Tak lama berselang, kereta kembali berjalan melanjutkan perjalanannya. Berturut-turut kami melewati jembatan di Sungai Keji, Sungai Bangkong dan Sungai Pabelan. Setelah itu kereta kembali berhenti di Halte Pabelan.